BAPENDA BONTANG MATANGKAN KAJIAN POTENSI PAJAK, TARGET DISUSUN BERBASIS DATA RIIL
BONTANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang mematangkan kajian potensi pajak daerah sebagai dasar penyusunan target penerimaan yang lebih terukur, realistis, dan selaras dengan kondisi riil di lapangan.
Pembahasan berlangsung dalam Rapat Tim Kajian Potensi Pajak Daerah Kota Bontang secara daring, Selasa (27/10/2026), dipimpin Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, dari ruang rapat Bapenda. Rapat turut melibatkan tenaga ahli dari Universitas Brawijaya serta peserta dari tim persiapan, tim pelaksana, dan tim pengawas.
Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan pemetaan potensi pajak yang selama ini telah tersedia, tetapi masih perlu diperdalam agar memberikan gambaran yang lebih komprehensif. Data potensi perlu disandingkan dengan kondisi aktual di lapangan, termasuk keberadaan objek pajak aktif maupun tidak aktif.
Tim juga menyoroti pentingnya pendekatan yang berbeda dalam menghitung potensi setiap jenis pajak daerah. Data realisasi historis, perkembangan objek pajak, kondisi lapangan, hingga pemetaan piutang menjadi bagian penting untuk menghasilkan perhitungan yang lebih akurat.
Melalui kajian ini, penetapan target pajak daerah diharapkan tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan realisasi tahun sebelumnya, tetapi juga didasarkan pada potensi riil yang dapat dioptimalkan. Hasil perhitungan tersebut akan menjadi bahan pembanding sekaligus pertimbangan dalam menentukan target penerimaan daerah.
Bapenda bersama tenaga ahli selanjutnya akan menyelaraskan ruang lingkup kajian, kebutuhan data, dan dokumen pendukung sebagai bagian dari penyempurnaan analisis. Hasil kajian dijadwalkan dipaparkan pada 15 Desember 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Bapenda Kota Bontang memperkuat perencanaan pendapatan daerah melalui pemetaan yang lebih terarah, perhitungan berbasis data, dan penetapan target yang sesuai dengan kapasitas potensi sebenarnya.
Bontang Berbenah — potensi dipetakan, target diperhitungkan, pendapatan daerah dioptimalkan.