Bapenda Bontang Menata Ekosistem Digital untuk Layanan Pajak
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang terus mendorong pembenahan sistem digital untuk mendukung pengelolaan pajak dan layanan yang semakin terintegrasi.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar Selasa (6/10) di Ruang Rapat Bapenda Kota Bontang. Bapenda mengundang Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang, yang hadir melalui Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government H. Yudhi Pancoro bersama tim teknis.
Dalam arahannya, Kepala Bapenda Kota Bontang Natalia Trisnawati menekankan pentingnya kesiapan dan percepatan migrasi sistem aplikasi, khususnya yang berkaitan dengan layanan dan pengelolaan pajak daerah. Penataan server, jaringan, integrasi aplikasi hingga keamanan data perlu dipersiapkan sejak awal agar proses migrasi berjalan lancar dan terarah.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah migrasi aplikasi Sistem Informasi Manajemen Objek Pajak (SISMIOP) dan Elektronik Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (e-BPHTB). Penataan server aplikasi pajak juga dipersiapkan untuk selanjutnya terintegrasi dengan infrastruktur Pemerintah Kota melalui Diskominfo.
Pembahasan turut mencakup rencana pengembangan jaringan fiber optik, integrasi aplikasi melalui SuperApps, serta penguatan keamanan dan pengelolaan data.
Kepala Bapenda mendorong agar seluruh persiapan teknis dilakukan lebih awal, sehingga proses migrasi dapat berjalan sesuai tahapan dan seluruh sistem siap dipindahkan dengan baik.
Langkah ini tidak hanya untuk membenahi sistem di internal pemerintah. Lebih jauh, Bapenda ingin memastikan layanan pajak daerah ke depan semakin terintegrasi, aman, dan mudah diakses.
Pembenahan tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan data dan dokumen pendukung Championship TP2DD 2027.
Bukan sekadar memindahkan aplikasi. Bapenda sedang menata sistem agar layanan pajak Bontang semakin terhubung, aman, dan mudah.