BONTANG — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang menggelar rapat penyampaian dan evaluasi realisasi retribusi daerah periode Maret 2026 di Ruang Rapat Bapenda Selasa (28/4). Kegiatan ini sebagai dalam mengukur capaian sekaligus memperkuat upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rapat dipimpin oleh Sekretaris Bapenda (Sekban) , Syariful Rachman di dampingi Kepala Bidang Pengendalian Dan Evaluasi Pendapatan Daerah H. Giri Agung Lubiantoro dengan tim teknis terkait. Evaluasi difokuskan pada capaian retribusi di masing-masing sektor, identifikasi kendala di lapangan, hingga perumusan langkah percepatan pada triwulan berikutnya.
Dalam arahannya, Sekban menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar melihat angka, tetapi memastikan setiap potensi retribusi terserap optimal dan berbasis data yang akurat. “Setiap OPD pengelola retribusi harus mampu membaca potensi riil di lapangan dan memperkuat pengawasan agar tidak terjadi kebocoran penerimaan,” tegasnya.
Selain itu, penguatan digitalisasi menjadi perhatian utama dalam mendorong transparansi dan kemudahan transaksi. Integrasi sistem pembayaran non-tunai serta pemanfaatan dashboard monitoring menjadi instrumen penting dalam mendukung kinerja pendapatan daerah yang lebih optimal.
Melalui evaluasi ini, Bapenda Bontang berharap dapat terus meningkatkan kinerja retribusi daerah secara optimal, sejalan dengan upaya percepatan digitalisasi daerah.