Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak bisa dilakukan tanpa data dan pemetaan yang akurat. Untuk itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang mengambil peran strategis dalam rapat pembahasan Optimalisasi PAD Tahun Anggaran 2026 yang digelar DPRD Kota Bontang, Senin (22/6), di Ruang Rapat Sekretariat DPRD.
Mengawali jalannya rapat, Kepala Bapenda Kota Bontang memaparkan secara komprehensif jenis-jenis retribusi daerah, target penerimaan Tahun 2026, serta perangkat daerah yang menjadi pengampu pemungutan retribusi. Paparan tersebut menjadi landasan bagi DPRD dan OPD untuk melihat sejauh mana potensi pendapatan daerah telah tergarap dan peluang yang masih dapat dikembangkan.
Berbekal data yang disajikan Bapenda, masing-masing OPD kemudian diminta menjelaskan kondisi pemungutan retribusi di sektor yang menjadi kewenangannya, termasuk potensi-potensi yang hingga saat ini belum dapat ditarik atau belum memberikan kontribusi optimal terhadap PAD.
Sebagai koordinator pengelolaan pendapatan daerah, Bapenda terus mendorong penguatan sinergi antar perangkat daerah agar setiap potensi retribusi dapat teridentifikasi, terkelola, dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kapasitas fiskal Kota Bontang.
Melalui pemetaan yang terukur dan kolaborasi yang kuat, optimalisasi PAD bukan sekadar target tahunan, melainkan ikhtiar bersama untuk memperkuat kemandirian daerah dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.