BONTANG- Kepala Badan Pendapatan Daerah Bontang Natalia Trisnawati membuka kegiatan Ekspose LKIP Tahun 2025 dan Manajemen Risiko Tahun 2026 Senin (18/5) di ruang Rapat Bapenda. Kegiatan ini merupakan langkah penguatan budaya kinerja, evaluasi, serta pengendalian risiko di lingkungan Bapenda.
Dalam arahannya, Kepala Bapenda menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi tidak boleh berhenti sebatas administrasi dan laporan di atas kertas. Seluruh pegawai diharapkan memahami manajemen risiko dari pekerjaan masing-masing, termasuk potensi hambatan dan langkah mitigasinya.
Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap sasaran strategis yang selama ini dinilai hanya dipahami oleh bidang perencanaan. Karena itu, pengisian MPH dan SKP terus ditekankan sebagai instrumen untuk mengukur, memantau, dan mengetahui capaian kinerja Bapenda secara menyeluruh.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Bapenda Syariful Rachman, memaparkan hasil evaluasi serta peta manajemen risiko tahun 2026. Sejumlah risiko dengan kategori tinggi atau zona merah menjadi perhatian bersama dan akan menjadi fokus penguatan pengendalian ke depan.
Melalui kegiatan ini, Bapenda Bontang berharap tercipta budaya kerja yang lebih terukur dan adaptif, dalam mendukung peningkatan kinerja organisasi serta pelayanan publik yang optimal