BONTANG – Menyusuri kanal dengan perahu hingga berdialog langsung bersama pelaku usaha, Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, Minggu (10/5), melakukan monitoring langsung kawasan wisata Bontang Kuala guna memastikan tata kelola penyewaan lapak dan villa berjalan tertib, transparan, dan bebas dari praktik pungli.
Monitoring ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan bentuk nyata pengawasan dan pertanggungjawaban publik dalam menjaga setiap rupiah retribusi daerah agar tepat sasaran.
“Kami tidak hanya mengumpulkan pajak, kami membangun kepercayaan,” tegas Natalia.
Sebagai salah satu ikon wisata Kota Bontang, Bontang Kuala harus dijaga nama baik dan tata kelolanya agar tetap menjadi kawasan wisata yang nyaman, dan terpercaya.
Langkah ini juga menjadi bukti bahwa predikat “Sangat Baik” dalam pelayanan publik tahun 2026 bukan hanya sekadar angka, tetapi diwujudkan langsung melalui kerja nyata di lapangan.
Bapenda berkomitmen terus mendukung kemajuan pariwisata lokal melalui penguatan tata kelola yang bersih, dan profesional. Karena pariwisata yang maju akan berdampak pada meningkatnya PAD serta kesejahteraan masyarakat.