BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperkuat langkah percepatan digitalisasi daerah melalui kegiatan Koordinasi TP2DD yang dibuka langsung oleh Akhmad Suharto, Senin (18/5), yang dilaksanakan secara daring.
Kegiatan ini menjadi ruang sinergi perangkat daerah dan kelurahan dalam mendorong transformasi layanan publik yang lebih cepat, transparan, efektif, dan terintegrasi berbasis digital.
Pj. Sekda berharap implementasi digitalisasi daerah tidak hanya menjadi program administratif, namun mampu menghadirkan kemudahan pelayanan, meningkatkan efektivitas kerja pemerintahan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik di Kota Bontang.
“Digitalisasi adalah langkah maju menuju tata kelola pemerintahan yang modern, responsif, dan akuntabel,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati menegaskan bahwa percepatan dan perluasan digitalisasi daerah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus optimalisasi pendapatan daerah.
Menurutnya, transformasi digital bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan pola kerja yang lebih efektif, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“TP2DD menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh perangkat daerah agar pelayanan publik semakin mudah diakses, transaksi non tunai semakin luas, dan tata kelola pemerintahan semakin modern,” ungkap Natalia Trisnawati.
Melalui kegiatan koordinasi ini, Pemerintah Kota Bontang berharap implementasi digitalisasi daerah dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan di seluruh sektor pelayanan publik.