BONTANG – Di tengah besarnya aktivitas industri, perdagangan, dan investasi yang tumbuh di Kota Bontang, tantangan terbesar bukan lagi sekadar meningkatkan penerimaan daerah, melainkan memastikan setiap denyut ekonomi mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kota dan kesejahteraan masyarakat.
Semangat itulah yang dibawa Bapenda Kota Bontang saat menghadiri pembahasan dan presentasi Upaya, Strategi, dan Milestone Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bontang Tahun 2026–2030 bersama Bapperida, yang digagas oleh Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kota Bontang Rabu (17/6), di Ruang Rapat Utama Sekretariat Daerah Kota Bontang,
Forum ini membahas perubahan cara pandang dalam mengelola PAD. Jika selama ini pendapatan daerah lebih banyak bertumpu pada pajak dan retribusi secara konvensional, ke depan Bontang didorong untuk membangun sumber-sumber pendapatan yang lebih luas dan berkelanjutan. Mulai dari digitalisasi total sistem perpajakan daerah, optimalisasi aset pemerintah, pengembangan sektor maritim dan perikanan, modernisasi layanan retribusi, hingga penguatan peran BUMD sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Kepala Bapenda Kota Bontang, Natalia Trisnawati, dalam arahannya menegaskan bahwa peningkatan PAD harus dibangun melalui data yang akurat, inovasi yang terukur, serta kolaborasi lintas sektor yang berorientasi pada hasil. Menurutnya, setiap potensi yang dimiliki Kota Bontang harus mampu dipetakan, dikelola, dan dioptimalkan menjadi sumber pendapatan yang sah untuk mendukung pembangunan daerah.
Natalia juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan pendapatan daerah. Selain memperkuat pengawasan dan meminimalkan kebocoran, digitalisasi diyakini mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat serta wajib pajak.
Melalui forum strategis ini, berbagai langkah jangka pendek hingga jangka panjang turut dibahas, termasuk penataan database wajib pajak yang lebih akurat, pengembangan sistem pajak digital untuk menekan kebocoran pendapatan, optimalisasi aset daerah yang belum produktif, serta pemetaan potensi ekonomi melalui pendekatan geo-fiskal agar setiap aktivitas ekonomi di Kota Bontang dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi daerah.
Karena pada akhirnya, PAD bukan hanya tentang penerimaan daerah. PAD adalah tentang menghadirkan lebih banyak ruang bagi pembangunan, pelayanan, dan masa depan Kota Bontang yang semakin mandiri.