BONTANG – Akurasi menjadi kunci dalam menyusun perencanaan pendapatan daerah yang berkualitas. Untuk memastikan proyeksi pendapatan retribusi daerah Tahun 2026 tersusun secara realistis dan terukur, Bapenda Kota Bontang menggelar rapat pendalaman dan konfirmasi data bersama sejumlah perangkat daerah pengelola retribusi, pada Senin (15/6) yang dilakukan secara Daring.
Rapat dipimpin Kepala Subbid Evaluasi Pendapatan Daerah, Suparyanto, bersama Kepala Subbid Pengendalian Pendapatan Daerah, Kwee Cahya Faisal, didampingi tim teknis Bapenda. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk mencermati kembali target-target retribusi yang masih memerlukan pendalaman sebelum dituangkan dalam dokumen Perubahan RKPD Tahun 2026.
Pembahasan diikuti oleh sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (UPT Rumah Potong Hewan), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (UPT Rusunawa), Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (UPT Pasar), Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan Bontang Barat, serta Kecamatan Bontang Selatan.
Melalui pendalaman data ini, Bapenda berupaya memastikan setiap target pendapatan yang disusun tidak hanya berbasis angka, tetapi juga mempertimbangkan kondisi riil, tren penerimaan, serta potensi yang masih dapat dioptimalkan. Sebab perencanaan yang baik lahir dari data yang valid, dan data yang valid menjadi fondasi bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
#pajak #pajakdaerah #bapenda #bapendakotabontang #bontang #kaltim